Mereka berdua mendapat hidayah menjadi mualaf (masuk Islam).
Dibimbing oleh KH Salim, mereka membacakan dua kalimat syahadat, di Masjid Islam Al Muhammad Cengho Jakabaring, Palembang, Minggu (12/6/2016).
Alasan Weni hanya satu, yakni setiap mendengar suara azan membuat hatinya deg-degan dan tentram.
Begitu pun saat mendengarkan lagu-lagu Islami, ia mengaku hatinya menjadi sejuk.
Weni mengaku sudah belajar untuk melakukan ibadah puasa dan salat Tarawih sejak 3 tahun belakangan.
Baca Juga: Dokter, pasien dan sang Ibu rame rame masuk IslamDiakuinya dalam puasa pun masih tetap ada yang bolong, namun ia sudah merasakan nikmat berpuasa.
Keduanya mengaku tak mendapat paksaan pindah agama, semua itu dilakukan karena yakin dengan kebesaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. (*)
Berikut ini Vedeo nya